Rabu, 03 Oktober 2018

Kisah Pilu Wanita Jepang Cantik yang Menjadi Jurnalis Namun Malah Dirudapaksa

Kisah Wanita Jepang Cantik yang Menjadi Jurnalis Namun Malah Dirudapaksa

ANIMENYUS.COM - Ada momen dalam film dokumenter BBC2, Japan's Secret Shame di mana jurnalis Jepang Shiori Ito kembali untuk pertama kalinya dalam tiga tahun ke sebuah hotel di Tokyo, di mana dia mengklaim pernah diperkosa oleh seorang penyiar TV dan reporter terkenal.

"Saya sudah bisa merasakan bahwa tubuh saya bereaksi," katanya dalam program tersebut.

"Malam hari, kondisi yang mirip dengan malam dari serangan yang itu."

"Ini cahaya yang saya ingat, cahaya ini," tambah Ito, sambil melihat ke arah jendela-jendela hotel.

Ada jeda, "Saya harus pergi."

Kisah Wanita Jepang Cantik yang Menjadi Jurnalis Namun Malah Dirudapaksa

Ini adalah momen kerentanan Ito, 29, yang didokumentasikan kisah kasusnya dan reaksi yang diterimanya di Jepang.

Saat itu di tahun 2015 Ito menuduh dia diperkosa oleh jurnalis TV Jepang, Noriyuki Yamaguchi, yang dia dekati untuk mendapatkan saran karir.

Yamaguchi membantah klaim, dan pada kasus Juli 2016, berdasarkan gugatan pidana yang diajukan oleh Ito, dijatuhkan oleh jaksa.

Kisah Wanita Jepang Cantik yang Menjadi Jurnalis Namun Malah Dirudapaksa

Namun, Ito telah menolak untuk membiarkan kebohongannya, dia mengelak untuk menghadapi apa yang dia sebut "topik tabu" dari serangan seksual di Jepang.

Dokumenter BBC2 mengeksplorasi mengapa tuntutan pidana terhadap Yamaguchi tidak pernah dibawa, dan bagaimana Ito sekarang mengejar kasus perdata melawan Yamaguchi.

Sejak awal, Ito memberitahu RadioTimes.com, ia mencoba memperlakukan kasusnya sebagai wartawan luar mungkin, "Saya mengatakan pada diri sendiri, 'Saya seorang jurnalis dan saya harus meliput kisah ini' - untuk memisahkan diri dari [menjadi] korban."

Namun, malam di luar hotel, di mana Ito mengalami "serangan panik besar", "mengejutkan" untuknya.

Kisah Wanita Jepang Cantik yang Menjadi Jurnalis Namun Malah Dirudapaksa

Dia berdebat dengan sutradara Erica Jenkin tentang apakah perluuntuk menyertakan rekaman.

"Saya pikir mungkin saya membawa pesan yang salah, sebagai korban, saya berpura-pura saya baik-baik saja tapi saya tidak sedang baik."

Tentu saja tangisannya mungkin persis apa yang dibutuhkan untuk meyakinkan pemirsa agar percaya padanya.

Dia menggambarkan bagaimana, ketika dia mengumumkan tuduhannya pada bulan Mei 2017, dia diberitahu bahwa jika dia tidak menangis tidak ada yang akan percaya padanya, "Saya harus terlihat seperti korban."

Kisah Wanita Jepang Cantik yang Menjadi Jurnalis Namun Malah Dirudapaksa

Ito mengklaim bahwa dia bangun di kamar hotel Yamaguchi, setelah pingsan di toilet restoran.

Dalam film dokumenter itu, dia mengobrol tentang malam bersama dua rekan pria.

Yamaguchi mengacu pada perilaku mabuk Ito pada malam serangan yang dituduhkan (Ito percaya bahwa dia dibius saat makan malam bersama, tetapi mengakui dia tidak memiliki bukti ini).

Salah satu rekan Yamaguchi mengatakan kepadanya, "Saya benci wanita mabuk, Anda melakukannya dengan baik untuk bertahan dengannya."

Kisah Wanita Jepang Cantik yang Menjadi Jurnalis Namun Malah Dirudapaksa

Kisah Ito mengejutkan Jepang.

"Berbicara tentang perkosaan dan kekerasan seksual adalah topik yang tabu," katanya.

Dalam sebuah survei tahun 2014 yang dikutip oleh The New York Times, lebih dari dua pertiga perempuan Jepang yang disurvei telah melaporkan perkosaan mengatakan mereka tidak pernah memberi tahu siapa pun.

Bahkan tidak dengan teman dekat atau anggota keluarga.

Hanya empat persen mengatakan mereka telah melaporkan pemerkosaan ke polisi.

Baca Juga: Mengenal Biografi dan Perjalanan Karir Sang Legenda Loli, Marina Nagasawa

Sumber: Radio Times

Next

Related