Sabtu, 21 April 2018

Fakta Seputar RA Kartini


Medanotaku - Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Hindia Belanda, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Hindia Belanda, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini[1] adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Berikut Beberapa Fakta Seputar RA Kartini

1. RA Kartini Lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879,

2. RA Kartini seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa,

3. RA Kartini beragama Islam,

4. RA Kartini mahir berbahasa Belanda,

5. RA Kartini anak seorang Bupati Jepara, RM Adipati Ario Sosroningrat dan seorang selir bernama Ngasirah,

6. Kakek dari ibunya RA Kartini merupakan seorang guru agama yang memiliki latar belakang pesantren,

7. Kakek dari ayahnya, silsilah RA Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI,

8. RA Kartini pernah mendapatkan beasiswa ke Belanda dari parlemen Belanda,

9. Surat-surat yang ditulis RA Kartini pada sahabat penanya diterbitkan dalam bentuk buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”,

10. RA Kartini anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Raden Ajeng Kartini anak perempuan tertua dikeluarganya,

11. RA Kartini Menikah dengan sahabat ayahnya seorang Bupati Rembang,

12. RA Kartini mendirikan sekolah khusus perempuan di Jepara pada Juni 1903,

13. RRA Kartini menikah pada 8 November 1903 dengan Bupati Rembang Djojo Adiningrat,

14. Suami RA Kartini merupakan seorang duda beranak 7 dan dua istri selir,

15. RA Kartini mendirikan sekolah untuk wanita di Rembang setelah menikah,

16. RA Kartini melahirkan putra pertamanya Soesalit Djojoadhiningrat pada 13 September 1904,

17. RA Kartini wafat setelah 4 hari melahirkan anaknya pada 17 September 1904 pada usia 25 tahun,

18. Makam RA Kartini terletak di Desa Bulu, 17 km dari kota Rembang,

19. RA Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi dan dinobatkan sebagai pahlawannya wanita,

20. Nama RA Kartini diabadikan sebagai nama empat jalan raya di Belanda: Kota Amsterdam, Utretch, Veerlo, dan kota Harleem,

21. Hari Kartini pertama kali diresmikan sebagai salah satu hari nasional oleh Presiden pertama RI, Soekarno berdasarkan Kepres RI no.108, tanggal 2 Mei 1964.

Next

Related